Inilah Arti Ukuran Ban Motor dan Kode Penting Lainnya

Pernahkah mengganti ban bawaan pabrik dengan yang baru? Tentunya tidak boleh sembarangan dan harus melihat ukurannya. Tapi kebanyakan orang tidak tahu bagaimana arti ukuran ban motor yang ditulis di bagian permukaan tersebut. Sebenarnya, ada dua macam tipe penulisan dari ban motor. Untuk mengetahuinya lebih jelas, bacalah penjelasan di bawah ini:

Ukuran Ban Motor

Secara umum, ada dua macam penulisan ban motor yang sering dilihat. Yang pertama adalah imperial dan yang kedua yaitu matric. Keduanya sama-sama menunjukkan besar ban yang sesuai. Tapi untuk saat ini, yang paling banyak digunakan adalah ukuran ban yang ditulis dengan kode matric. Berikut ini arti dari angka-angka tersebut:

1. Kode Imperial

Ketika mengganti ban dengan yang baru, pemilik kendaraan harus mengetahui ukuran yang sesuai. Ini dimaksudkan agar hasil akhirnya tidak tampak donat atau malah kotak. Ukuran tersebut dapat dilihat di sisi luar ban. Lalu pernahkah melihat kode 4.60-H-18 4PR? Jika belum tahu maksud dari angka tersebut, simaklah penjelasannya:

  • 4.60: menunjukkan lebar tapak ban (dalam ukuran inci)
  • H: batas maksimal kecepatan dari pemakaian kendaraan
  • 18: diameter velg atau rim (dalam ukuran inci)
  • 4PR: kekuatan ban yang didasarkan pada ply rating atau kekuatan serat kain pada ban

Dan yang perlu diketahui, aspect ratio (perbandingan tinggi ban terhadap lebarnya) dalam kode imperial ini adalah 100%. Sehingga tinggi ban akan sama dengan lebarnya.

2. Kode Matric

Selanjutnya, angka yang paling sering ditemukan pada permukaan ban adalah yang ditulis dengan kode matric. Biasanya, mengkombinasikan antara angka dan garis miring, seperti contoh 120/70-17 67 H. Lalu, sebenarnya bagaimana arti ukuran ban motor tersebut? Simaklah penuturannya di bawah ini:

  • 120: lebar dari tapak ban (ukuran milimeter)
  • 70: aspect ratio. Jadi, perbandingan tinggi ban terhadap lebarnya adalah 70%. Jika lebarnya 120, maka tingginya yaitu 70% × 120 = 85.2 mm.
  • 17: diameter velg (ukuran inci)
  • 67: beban maksimal yang mampu dibawa ban
  • H: batas maksimal dari kecepatan

Kode Lain dalam Ban

Selain dua angka tersebut, sebenarnya masih ada kode lain yang tidak kalah penting. Biasanya, kode-kode ini mengiringi dalam penulisan ukuran ban. Para pemilik harus mengetahuinya agar bisa mengganti ban yang tepat. Simaklah penjelasannya:

1. Kode Produksi

Yang pertama ini deretan empat angka yang ditulis berurutan. Kode ini menunjukkan apakah ban yang dijual itu masih baru atau sudah diproduksi sejak lama. Karena banyak sekali bengkel yang mengobral ban dari stok lama. Seperti contoh 0720, arti dari angka tersebut adalah:

  • 07: pekan produksi (ban diproduksi pada pekan ke-7)
  • 20: tahun produksi (ban dibuat di tahun 2020)

Jika dilihat, ban tersebut tergolong baru daripada yang memiliki kode 0318. Setelah mengetahui kode ini, pengguna harus tahu bahwa sebaiknya tidak memakai ban yang usianya lebih dari dua tahun. Karena kekenyalannya sudah berkurang.

2. Index Beban Ban

Yang selanjutnya ini adalah dua angka yang ditulis setelah ukuran ban. Kode ini menunjukkan beban maksimal yang dapat dibawa. Jadi, usahakan tidak melebihi dari batas yang sudah diberikan.

Load Index Beban Maksimum (kilogram)

62 265

63 272

64 285

66 300

68 315

70 335

73 365

75 387

80-89 450-580

90-100 600-800

3. Speed Rating

Dan yang terakhir ini merupakan kode kecepatan maksimal yang tidak boleh dilewati oleh pengguna. Kode ini bukan dihadirkan dalam bentuk angka, tapi huruf.

Speed Rating Kecepatan Maksimum (km/jam)

Q 160

S 180

T 190

U 200

H 210

V 240

Y 300

Z 340

Itulah penjelasan mengenai arti ukuran ban motor yang sering dijumpai pada permukaannya. Ketika ingin mengganti ban yang lama, maka lihat dulu ukuran tersebut agar nanti hasilnya sesuai. Karena kesalahan pemilihan ban bisa membuat bentuknya tampak aneh. Seperti terlihat donat atau kotak. Selain itu, lihat pula tiga kode lain sebelum menggantinya.

Bagikan: