5 Cara Memperbaiki Aki Basah yang Tidak Bisa Menyimpan Setrum, Mudah Dilakukan

Cara memperbaiki aki basah yang tidak bisa menyimpan setrum tidak terlalu rumit. Aki basah pada dasarnya menyimpan energi atau setrum pada piringan yang ada di dalamnya. Secara kimiawi, aki basah diisi dengan elektrolit yang merupakan campuran air suling dan asam sulfat. Aki tidak dapat menyimpan setrum ketika ada penumpukan berlebihan pada kristal timbal sulfat yang kemudian mengeras.

Pada kebanyakan kasus, kristal yang mengeras dapat dihilangkan menggunakan larutan magnesium sulfat. Metode ini tidak mengembalikan aki kembali ke kondisi semula. Tetapi dapat mengembalikannya ke sekitar 70 sampai 80% dari kapasitas aslinya dan dapat digunakan secara normal, tanpa membeli baterai baru. Jadi, berikut adalah penjelasan mengenai bagaimana cara melakukan langkah perbaikan tersebut:

1. Persiapkan Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Sebelum masuk ke cara memperbaiki aki basah yang tidak bisa menyimpan setrum, persiapkanlah alatnya dulu. Alat tersebut adalah sarung tangan karet sebagai pelindung, pipet atau injector tinta, pisau tajam, pengisi daya baterai atau battery charger. Selain itu, persiapkan bahan yang diperlukan juga, yaitu USP magnesium sulphate dan air aki.

2. Keluarkan Aki Basah

Jika alat dan bahannya telah tersedia, sekarang waktunya mengaplikasikan langkah selanjutnya dari cara memperbaiki aki basah yang tidak bisa menyimpan setrum. Hal yang harus dilakukan adalah membuka kap mesin mobil dan angkat aki yang bermasalah. Ingatlah untuk menggunakan sarung tangan karet sebagai perlindungan diri ketika memperbaiki aki yang rusak.

Saat mengangkat aki, pastikan kondisinya tetap stabil. Jangan menggoncangkan aki dan segera letakkan aki pada tempat yang datar dan kering. Kemudian, buka penutup aki. Jika aki masih dalam kondisi tersegel, buka segel tersebut dari bagian tepi menggunakan pisau tajam. Setelah terbuka, buka pula penutup sel-sel akinya.

3. Buang Air Aki

Untuk membuang air aki, jangan asal menuangkan air aki keluar. Gunakanlah pipet atau injector tinta yang telah disiapkan. Buang air hingga tersisa 30 sampai 40%. Pindahkan air aki dalam pipet ke wadah kaca agar tidak membahayakan lingkungan. Namun, perlu diingat untuk tidak mengeluarkan seluruh isi air aki lama. Sisa air aki ini nantinya digunakan untuk pengisian ulang baterai aki.

4. Campurkan Magnesium Sulfat dengan Air Aki

Larutkan magnesium sulfat dengan air mendidih. Jika sudah benar-benar larut, campurkan dengan air aki baru. Aduk hingga larutan dan air aki tercampur sempurna. Setelah itu, pindahkan campuran tersebut ke sel-sel aki basah dengan menggunakan pipet.

5. Lakukan Pengisian Baterai

Langkah terakhir yang harus dilakukan adalah mengisi baterai. Setelah sel-sel aki basah sudah terisi dengan campuran air aki dan magnesium sulfat, lakukan pengisian daya dengan menggunakan battery charger. Pastikan sel-sel aki dalam kondisi terbuka agar udara di dalam aki bisa keluar. Pengisian daya ini bisa berlangsung lama jika kondisi aki sudah rusak parah.

Selain menggunakan battery charger, pemilik aki juga bisa menggunakan alternator untuk melakukan pengisian baterai pada aki basah. Jika menggunakan alternator, tutup aki dan pasang kembali ke dalam mesin mobil. Pastikan aki telah terpasang sempurna dan kemudian hidupkan mesin mobil. Setelah itu, alternator akan secara otomatis mengisi baterai aki tersebut.

Demikianlah 5 langkah cara memperbaiki aki basah yang tidak bisa menyimpan setrum. Langkah-langkah tadi memang tidak terlalu rumit dan dapat dilakukan sendiri. Pemilik aki hanya perlu menyiapkan alat dan bahan, mengeluarkan aki, lalu membuang airnya. Kemudian mencampurkan magnesium sulfat dengan air aki baru dan melakukan pengisian baterai aki. Namun, jika merasa kesulitan, jangan ragu untuk datang ke bengkel.

 

Bagikan: