Inilah Cara Pasang Flasher Motor yang Benar

Ketika lampu sein ataupun lampu hazard motor sedang dinyalakan, sudah pasti kedua lampu tersebut menyala secara berkedip. Memang sudah bawaan dari pabrik, kendaraan disetting demikian dengan menggunakan komponen flasher. Cara pasang flasher motor sebenarnya sangat mudah dan dapat dilakukan sendiri. Khususnya jika pemilik motor yang ingin memodifikasi bagian lampu tersebut.

Memasang flasher sebenarnya sangatlah mudah dilakukan. Selain itu, memasang flasher motor juga tidak membutuhkan peralatan khusus, kemungkinan hanya kunci-kunci tertentu saja. Bagi yang akan mencoba sendiri memasang flasher, dapat memahami 5 langkah di bawah ini:

1. Siapkan Flasher yang Akan Digunakan

Cara pasang flasher motor yang pertama, pastikan pengguna sudah memilih jenis flasher yang akan digunakan. Flasher ada beragam jenisnya, berdasarkan cara kerjanya ada 3 jenis flasher. Diantaranya ada flasher bimetal, flasher transistor, dan flasher kapasitor.

Ketika jenis flasher tersebut memiliki cara kerja yang berbeda-beda. Pada umumnya, flasher bawaan pabrik mengusung flasher dengan tipe bimetal yang disetting secara otomatis untuk mengatur elektromagnet, sehingga dapat berkedip otomatis. Sementara, bagi yang menginginkan custom, dapat memilih flasher yang dapat diatur sendiri.

2. Bongkar Body Penutup Tempat Flasher pada Motor

Sebelum memasang flasher, perlu mengetahui terlebih dahulu letak tempat flasher pada motor. Masing-masing kendaraan bermotor memiliki bagian untuk meletakkan flasher yang tidak sama. Oleh karena itu, hal tersebut mampu dipermudah dengan membaca kembali buku panduan atau buku pedoman penggunaan kendaraan bermotor bawaan pabrik. Carilah bagian kelistrikan lampu sein maupun lampu hazard.

Mengapa penting mengetahui letak tempat flasher? Karena, untuk efisiensi pembongkaran bagian body yang menutupi mesin. Bayangkan saja, jika tidak mengetahui letak tempat flasher, maka harus membongkar seluruh tutup body mesin. Tentu hal ini akan sangat merepotkan sekali dan tidak efisien waktu dan tenaga.

3. Menghubungkan Bagian Terminal pada Flasher

Tidak kalah penting juga untuk memperhatikan bagian terminal utama pada flasher. Pada umumnya, flasher ada yang memiliki 2 terminal dan 3 terminal. Terminal-terminal ini nantinya memiliki kabel penghubung yang dihubungkan ke tempat flasher pada motor,

Flasher dengan 2 terminal terdiri atas terminal arus baterai dan terminal lampu sein. Terminal arus baterai ditandai dengan kode “B”, sedangkan terminal lampu sein ditandai dengan kode “L”. Pada flasher dengan 3 terminal terdiri atas terminal baterai, terminal untuk lampu sein, dan terminal ground. Kode kedua terminal baterai dan lampu sein sama, sementara terminal ground disimbolkan “G”.

4. Menghubungkan Kabel

Kabel-kabel yang terdapat pada komponen flasher dihubungkan pada terminal di tempat flasher motor. Perlu diperhatikan baik-baik, jangan sampai pemasangan menjadi terbalik. Supaya memudahkan hal ini, sesuaikan kode yang tertera dengan masing-masing terminal.

Jika sudah dicocokkan secara benar antara kabel dengan soket terminalnya, pasangkan dengan hati-hati. Harap pasang semua kabel dan jangan ada yang tersisa. Tidak kalah pentingnya juga untuk merapikan posisi kabel-kabelnya.

5. Mengecek Kembali Pemasangan Flasher

Setelah semua kabel terhubung, pastikan kembali untuk memeriksa lampu flasher. Apakah lampu sudah dapat menyala dengan baik atau belum. Jika belum, cek ulang pemasangan. Kemungkinan ada kabel yang belum terhubung dengan sempurna. Kemudian, periksa nyala lampu yang menggunakan flasher tersebut. Apabila sudah dapat bekerja dengan baik, pasang kembali bagian-bagian body motor yang tadi dilepas.

Demikianlah cara pasang flasher motor yang bisa dilakukan sendiri dengan peralatan sederhana. Dengan begitu, tidak perlu meminta bantuan tenaga ahli teknisi di bengkel. Tentu saja, hal ini akan menghemat biaya pengeluaran.

Bagikan: