7 Cara Pasang Alarm Motor Secara Aman dan Nyaman

Tingkat pencurian motor membuat pemilik kendaraan khawatir. Untuk mengatasinya, banyak pemilik yang memasang alarm motor. Cara pasang alarm motor secara aman harus dilakukan dengan penuh ketelitian. Hal ini penting diperhatikan guna terhindar dari kerusakan pada komponen lainnya.

Sebagai tindak pencegahan dari pencurian motor, memasang alarm tentunya sangatlah tepat. Dengan adanya alarm, pemilik bisa membuat kode tersembunyi. Selain itu, bentuk lainnya bisa berupa start berjarak jauh, sakelar yang tersembunyi dan sebagainya. Inilah cara yang bisa dicoba:

1. Menyiapkan Alat yang Dibutuhkan

Pertama-tama, untuk memasang alarm motor harus disiapkan alat yang akan digunakan. Dalam prosesnya, akan membutuhkan alat berupa skun, gunting, obeng jenis plus dan minus, korek api. Selain itu, tentunya dibutuhkan perangkat alarm secara lengkap. Umumnya yang banyak digunakan yaitu CR7 Bohante.

2. Membuka Kemasan Alarm 

Selanjutnya, bukalah kemasan alarm yang akan digunakan. Lakukan secara hati-hati, sehingga kemasan akan terhindar dari kerusakan. Cek apakah seperangkat alarm tersedia secara lengkap. Jika perangkat alarm ada kekurangan, sebaiknya menghubungi toko terkait.

3. Memotong Semua Ujung Kabel

Cara pasang alarm motor pertama-tama dilakukan dengan memotong bagian ujung kabel. Ambilah semua kabel yang tersedia pada alarm. Kupaslah bagian ujungnya secara hati-hati. Untuk melakukannya harus menggunakan gunting yang tajam.

4. Membongkar Bagian Depan Body

Setelah berhasil mengupas setiap ujung kabel, langkah selanjutnya yakni melakukan pembongkaran. Pengguna harus membongkar body tepatnya bagian depan. Jika berhasil, maka pasangkan modul alarm dengan membuka double tip pada permukaan modul.

5. Menghubungkan Soket

Cara selanjutnya menghubungkan soket kabel yang sebelumnya sudah dikupas. Pada tahapan ini, pengguna harus menghubungkannya secara benar. Setiap soket harus terhubung pada komponen yang sesuai. Jika ada kesalahan dalam menghubungkan soket, maka alarm pun tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.

6. Memasang Kabel Secara Tepat

Seperti yang disinggung sebelumnya, kabel harus terpasang pada komponen yang tepat. Lebih rincinya, berikut ini pemasangan kabel sesuai warnanya secara tepat:

  • Kabel berwarna merah harus terpasang pada bagian input kontak motor.
  • Warna orange harus terhubung pada output kontak motor.
  • Kabel lainnya yakni warna hitam harus terpasang pada bagian rangka motor.
  • Warna biru harus terkait secara tepat pada bagian kabel lainnya yang berwarna kuning disertai strip hijau.
  • Untuk kabel warna kuning sebanyak 2 buah harus dipasangkan pada bagian sen kanan dan kiri.
  • Sambungkan kabel berwarna pink dengan kabel tambahan guna terhubung dengan bagian kabel pada pulser motor.

7. Aktifkan Alarm

Setelah dipastikan setiap kabel terhubung, cobalah untuk menghidupkan alarm. Untuk bisa berhasil melakukan pengaktifan alarm, harus tepat membaca arus yang mengalir. Lihatlah arus yang mengalir terhadap kabel kontak atau pun starter.

Posisikan sensor secara tepat, sehingga alarm yang diaktifkan akan mengalirkan arus pada sensor. Selanjutnya, alarm pun akan aktif berupa kode tertentu. Hal ini akan terhindar dari pencurian.

Umumnya, kode yang terbentuk berupa klakson. Dengan demikian, hal ini akan menarik perhatian banyak orang. Hal-hal yang ditakutkan, seperti halnya pencurian motor pun bisa dicegah. Untuk bisa menerapkan cara pasang alarm motor secara aman dibutuhkan sikap sabar dan waspada.

Demikianlah cara pasang alarm motor yang bisa dilakukan secara aman. Jika mengalami kebingungan, ada baiknya menggunakan bantuan dari teknisi yang lebih berpengalaman. Hal ini akan lebih meminimalisir kesalahan yang bisa merusak komponen motor.

 

Bagikan: